Harapan Sering Tak Tercapai, Kenapa Ya?


Apakah kamu merasa menjadi orang yang selalu gagal dalam mendapatkan apa yang kamu harapkan? Pengin ini, gagal. Pengin itu gagal. Berharap punya teman baik, ternyata si teman malah lari. Berharap bisa lulus dengan nilai bagus, eh hasilnya malah harus remidi. Wah, sedih, dong!

Orang yang sering gagal, sering disebut sebagai putus asa, atau putus harapan. Tetapi, kenapa kok ada orang yang sering tidak mencapai harapan?

Sebenarnya, harapan itu bukan sebuah kata-kata kosong. Maksudnya, harapan bukanlah sebuah keinginan yang terwujud tanpa perjuangan untuk mewujudkannya. Para psikolog positif seperti Martin Seligman, menyebutkan bahwa ada 3 komponen penting dari harapan. Yaitu will power, way power dan goal. Will power adalah kemauan keras, yang juga merupakan sebuah tekad kuat, disertai persistensi, ketekunan, kesungguhkan. Way power adalah sebuah pathway atau jalan menuju apa yang kita inginkan. Jika will power adalah kuatnya kemauan, way power adalah kuatnya jalan yang kita tempuh untuk menuju apa yang kita inginkan. Lantas, ada goal atau tujuan yang jelas. Harapan merupakan will power, way power dan goal.

So, kalau kita punya harapan, ketiganya harus kita kencangkan: kemauan, jalan yang kita tempuh, dan arah atau tujuan yang jelas. Nah, kalau ketiganya sudah kita lakukan tetapi ternyata tetap gagal, baru kemudian kita mengatakan: itu takdir. Tak usah bersedih, tugas kita kan hanya ikhtiar. Perkara hasil, harus tawakal.

Tetapi, tanpa ketiga hal tersebut dan kita kemudian punya harapan segede gunung, itu namanya impossible! 

Kembali ke atas. Kalau kita sering sekali merasakan harapan tidak tercapai ... hm, jangan-jangan kita memang kurang usaha.